Warga Desa Batu Gingging Minta Polisi Segera Proses Kades Diduga Asusila dan Salah Gunakan Anggaran

Info Liputan Deli Serdang – Warga Desa Batu Gingging, Deli Serdang, mengajak pihak kepolisian untuk segera memproses pengaduan terkait oknum Kepala Desa (Kades) berinisial CH yang diduga melakukan tindakan asusila dan menyalahi penggunaan anggaran dana desa. Kasus ini semakin menjadi perhatian warga setelah beberapa korban dan warga mengungkapkan keluhan yang tak tertahankan terhadap perilaku pemimpin desa tersebut.

Oknum Kades CH saat ini di murkai warga karena berprilaku biadab, tidak bermoral, arogan, dan diduga kuat menyalahgunakan anggaran desa. Salah satu korban yang mengaku mengalami tindakan asusila adalah Wiki Hardiyanti, istri Sofyan, yang menceritakan kejadian yang terjadi pada bulan Agustus lalu.

” Saya merasa takut untuk keluar rumah setelah kejadian bulan 8 lalu pak, oknum Kades CH memegang bokong dan meremasnya,” ujar Wiki Hardiyanti. Wanita ini mengakui telah melaporkan kejadian tersebut ke tetangga, Polsek, dan bahkan Polres Deli Serdang, namun sampai sekarang kasusnya belum ada perkembangan dan tetap diam.
Sofyan, suami Wiki Hardiyanti, dengan tegas meminta aparat kepolisian di Polres Deli Serdang untuk menegakkan keadilan. ” Saya bermohon kepada aparatur kepolisian untuk menegakkan keadilan, tolong saya agar keadilan ditegakkan, karena saya tidak terima,” ungkapnya yang penuh emosi melihat kondisi istri.

Selain kasus asusila, warga bernama Khaidir juga marah besar terhadap oknum Kades CH. Pria dari dusun III ini mengungkapkan kebenciannya dan meminta pihak berwenang untuk memproses oknum Kades secara hukum yang berlaku, bahkan menginginkan hukum seberat beratnya sampai dengan dikebiri.

” Saya Khaidir warga dusun III tidak terima atas perlakuan oknum Kades Batu Gingging, masukkan saja, kalau bisa dikebiri proses hukum yang berlaku, kami malu punya pemimpin seorang Kades seperti itu,” tegas Khaidir yang tidak tahan dengan perilaku pemimpin desa tersebut.
Ketika dikonfirmasi langsung di kediamannya, oknum Kades CH tidak berada di rumah. Warga tetangganya berinisial BS menyatakan bahwa Kades tidak ada hari itu dan tidak tahu kemana dia pergi. BS juga mengaku sangat sakit hati terhadap oknum Kades karena pandai memanfaatkan tanda tangan warga, sombong, dan tidak transparan terkait anggaran desa.

Menurut BS, oknum Kades CH juga sering bermasalah terkait pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT), pengrusakan taman desa tanpa musyawarah, perbaikan jalan, dan pembagian barang bantuan seperti ketapang serta pembelian lembu yang semuanya diterima oleh keluarganya. ” Semuanya yang dia dilakukan tanpa musyawarah kepada warga dan bertindak sesuka hatinya,” pungkas BS. (RS)

error: Content is protected !!