Headline News
Pengasuh PPTQ Darul Fatah Ustaz Zamzani, S.Pd. Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026 Warga Sinar Jawa dan Lebuay Patungan Rp60 Juta Cor Jalan, Bang Taun Sentil Bupati Tanggamus TANGGAMUS – Ratusan warga Pekon Sinar Jawa dan Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, bergotong royong melakukan pengecoran jalan secara swadaya, Minggu (18/10/2026). Dengan peralatan seadanya dan dana hasil patungan, masyarakat bahu-membahu memperbaiki akses jalan yang menghubungkan kedua pekon tersebut. Kegiatan yang dipusatkan di ruas Jalan Lubuk Gajah, Dusun V, Pekon Sinar Jawa, itu menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat di tengah kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah pedesaan. Tidak hanya menyumbangkan tenaga, warga kedua pekon juga menghimpun dana secara bersama-sama. Berdasarkan dokumen sumber pendanaan yang diperoleh, total dana terkumpul mencapai Rp60 juta, berasal dari kontribusi masyarakat sejumlah dusun, pedagang, kelompok tani, pemilik kendaraan, serta dana transport kegiatan reses warga. Dengan membawa peralatan sederhana, masyarakat Pekon Sinar Jawa dan Datar Lebuay bekerja bersama melaksanakan pengecoran jalan. Mereka mengambil peran langsung dalam upaya memperbaiki akses transportasi yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Bagi masyarakat Pekon Sinar Jawa, kegiatan gotong royong semacam ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, warga juga telah beberapa kali melaksanakan kegiatan pembangunan maupun perbaikan infrastruktur secara swadaya. Aksi tersebut memperlihatkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan mereka. Namun, di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kebutuhan infrastruktur jalan di wilayah pedesaan masih memerlukan perhatian pemerintah daerah. Berdasarkan catatan panitia, penggalangan dana melibatkan berbagai unsur masyarakat. Secara keseluruhan, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp60.000.000 Besarnya partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa perbaikan akses jalan menjadi kebutuhan bersama yang mendorong masyarakat untuk bergerak secara mandiri. Namun, di balik semangat kebersamaan itu, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana perhatian pemerintah terhadap pembangunan dan pemeliharaan jalan, khususnya di wilayah Kecamatan Air Naningan. Gotong royong memang menjadi kekuatan masyarakat pedesaan. Akan tetapi, partisipasi warga semestinya menjadi pelengkap pembangunan, bukan menggantikan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan infrastruktur sesuai kewenangannya. Datangi Lokasi, Bang Taun Sentil Bupati Tanggamus Aksi gotong royong warga Pekon Sinar Jawa dan Datar Lebuay tersebut turut menarik perhatian kreator konten asal Lampung yang dikenal dengan nama Bang Taun. Melalui akun TikTok miliknya, Bang Taun yang datang langsung ke lokasi pengecoran Jalan Lubuk Gajah, Pekon Sinar Jawa, melontarkan kritik bernada sindiran yang ditujukan kepada Bupati Tanggamus terkait persoalan pembangunan infrastruktur jalan. Dalam pernyataannya, Bang Taun menyinggung janji kampanye mengenai pembiayaan pembangunan. Ia menyindir kondisi ketika masyarakat justru harus mengumpulkan uang dan tenaga sendiri untuk memperbaiki jalan. “Kamu kampanye kan bilangnya duitnya nggak usah pikir dari mana. Ya udah, nggak usah pikir dari mana, dari rakyat,” ujar Bang Taun dalam rekaman yang dibagikan melalui akun TikTok miliknya. Tak berhenti di situ, Bang Taun kembali melontarkan sindiran dengan menyebut masyarakat telah turun tangan membangun jalan sehingga para pejabat tidak perlu bersusah payah. “Jadi buat para pejabat nggak usah repot, kami udah bangunin buat kamu orang ya. Kamu tidur di rumah sini ya, nggak usah keluar kamu. Ya, takutnya kamu kepanasan,” ucapnya. Dengan gaya bicara khasnya, Bang Taun juga menyampaikan sindiran mengenai akses jalan yang sedang dibangun masyarakat. “Nanti kami bangun jalan biar kamu orang bisa sampai sini ya. Tenang aja kamu orang,” katanya. Kritik yang disampaikan Bang Taun tersebut menyoroti persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Tanggamus, khususnya akses penghubung Pekon Sinar Jawa dan Pekon Datar Lebuay yang kini diperbaiki melalui swadaya masyarakat. Pernyataan itu sekaligus menjadi sorotan terhadap kebutuhan pembangunan jalan di wilayah pedesaan, terutama ketika masyarakat harus menghimpun dana puluhan juta rupiah untuk melakukan perbaikan secara mandiri. Kepala Pekon Sinar Jawa Apresiasi Kekompakan Warga Sementara itu, Kepala Pekon Sinar Jawa, Hadi Hariyanto Ependi, menyampaikan apresiasi kepada jajaran panitia dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pengecoran jalan tersebut. Menurutnya, terlaksananya pengecoran ruas Jalan Lubuk Gajah tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama warga Pekon Sinar Jawa bersama masyarakat Pekon Datar Lebuay. “Saya mengapresiasi langkah jajaran panitia, khususnya warga Pekon Sinar Jawa dan Pekon Datar Lebuay. Terima kasih atas bantuan materiel maupun moril yang telah diberikan. Berkat kerja sama yang baik, pengecoran ruas Jalan Lubuk Gajah, Dusun V, Pekon Sinar Jawa, dapat terlaksana dengan baik,” ujar Hadi. Kegiatan tersebut memperlihatkan kekompakan masyarakat Pekon Sinar Jawa dalam mendukung pembangunan di wilayahnya, sekaligus memperkuat kebersamaan dengan warga Pekon Datar Lebuay. Swadaya Warga, Pekerjaan Rumah Pemerintah Inisiatif masyarakat Pekon Sinar Jawa bersama warga Datar Lebuay dalam memperbaiki jalan secara swadaya patut mendapat perhatian. Di tengah keterbatasan, masyarakat mampu mengorganisasi tenaga dan menghimpun dana puluhan juta rupiah untuk memperbaiki akses transportasi yang mereka butuhkan. Namun, semangat gotong royong tersebut juga perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah mengenai pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah pedesaan Kabupaten Tanggamus. Pemerintah perlu memastikan status dan kewenangan penanganan ruas Jalan Lubuk Gajah, sekaligus mengevaluasi kebutuhan peningkatan kualitas jalan agar perbaikan yang dilakukan masyarakat dapat memberikan manfaat jangka panjang. Partisipasi warga merupakan modal sosial yang penting dalam pembangunan. Akan tetapi, kemampuan masyarakat menghimpun dana dan tenaga secara mandiri tidak semestinya mengurangi perhatian pemerintah terhadap penyediaan infrastruktur dasar. Kritik yang disampaikan Bang Taun melalui media sosial juga menjadi bagian dari aspirasi publik yang dapat dijadikan bahan evaluasi terhadap pembangunan infrastruktur di daerah. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus maupun instansi terkait mengenai status ruas Jalan Lubuk Gajah dan rencana penanganan infrastruktur di jalur penghubung Pekon Sinar Jawa dan Datar Lebuay tersebut. Masyarakat Pekon Sinar Jawa bersama warga Datar Lebuay telah menunjukkan kepedulian melalui kerja nyata. Kini, perhatian dan langkah konkret pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur jalan di wilayah tersebut juga menjadi hal yang dinantikan. (Red) NOAH ACADEMY Gelar Cryptalk Edukasi Crypto Solo, Kenalkan Peluang dan Risiko Aset Digital Bupati Tanggamus Lantik 47 Kepala Sekolah TK SD Dan SMP Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan Siswa SDN 2 Air Naningan Raih Juara 1 Membaca Aksara Lampung FTBI 2026, Siap Wakili Tanggamus ke Tingkat Provinsi

Resto Berkonsep Wisata Edukasi

KLATEN,//Infoliputan.com
Dapur Perwira adalah sebuah resto yang terletak di Dukuh Padangan Bulan Wonosari, persis di depan STM YP di pinggir Jalan Raya Delanggu – Juwiring, pemiliknya adalah Bp Akbar seorang pengusaha lokal yang ramah dan loyal pada masyarakat sekitar.

Rabu ( 20/11/2024 ) kebetulan kita di undang makan siang bersama, sembari berkeliling ke resto kuliner dan wisata edukasi miliknya, tak tanggung tanggung sekitar 2000 meter lahan di sulapnya menjadi sebuah resto dengan sajian menu kuliner lengkap baik tradisional maupun modern, semuanya ada di tempat ini, yang terbagi menjadi 3 lokasi yakni area serambi depan, area lantai atas, dan area gasebo belakang, jadi ada beberapa gasebo di belakang dapur utama resto ini.

Kebetulan saya itu orangnya senang dengan hewan dan juga tanaman, jadi dari beberapa tanaman dalam pot ( Tabulampot ) yang saya beli kini sudah bisa menghasilkan mas, biasanya setelah proses adaptasi beberapa hari kemudian saya grounding tanaman tanaman tersebut dengan tanah di belakang resto yang dulunya memang areal pertanian, karena itu tanahnya subur, dan perkembangannya cepat sekali, ada banyak aneka tanaman buah maupun obat disini, kebetulan yang baru musim adalah buah Mangga ini, saya banyak sih menanam beberapa jenis mangga dan hasilnya bisa dilihat sendiri, meskipun tanamannya tergolong pendek atau bonsai namun buahnya luar biasa, itu sampai ada yang beratnya hampir 3 kilo mas mangga Mahatir Malaysia namanya ini satu biji aja bisa buat beberapa orang.

Sekilas info saja mas, Mangga Mahatir adalah jenis mangga premium yang berasal dari Malaysia dan memiliki ciri-ciri
ukurannya besar, rata rata beratnya mencapai 3 kg per buah, dan ujung buahnya berbentuk seperti paruh burung, rasanya manis dan lezat, serta tidak berserat, daunnya panjang serta lebar, bergelombang, kemudian urat daunnya menonjol, serta cabang dan rantingnya lemas menjuntai ke bawah,
mulai berbuah bila masuk usia 3–4 tahun, Mangga Mahatir juga dikenal dengan sebutan Mangga Esmo, pohon Mangga Mahatir ini dapat ditanam di kebun atau di dalam pot.

Ada juga yang lagi musim itu Mangga Kiojay dari Thailand mas banyak banget lagi berbuah itu, dan rasanya lebih manis dibanding yang lain paparnya, kalau yang itu yang mangganya merah keunguan seperti apel itu namanya Mangga Garifta Merah dari Taiwan mas, itu salah satu mangga yang jadi unggulan nasional pemerintah juga jelasnya.

Mangga kiojay berasal dari Thailand, namun juga dikembangkan di Indonesia. Mangga kiojay merupakan salah satu varietas mangga unggulan yang memiliki ciri-ciri ukurannya besar dan jumbo, dengan berat rata-rata 2 kg lebih per buah
Rasanya manis, beraroma harum, dan dagingnya tebal dan legit, bijinya tipis, kaya nutrisi nmaun berpotensi memicu alergi,
bibit mangga kiojay dapat tumbuh maksimal di daerah dengan cuaca panas. mulai berbuah 2–3 tahun setelah dipindahkan dari polybag, Mangga kiojay sebaiknya dipetik dan dikonsumsi saat hampir matang (80%), karena apabila dipetik dan dikonsumsi saat matang (100%) rasanya akan terlalu masak dan kurang renyah jelas Pak Akbar.

Di introduksi dari mangga Liar asal Taiwan. Dengan bentuk buah lonjong dan berparuh, memiliki warna yang menarik Warna Merah-Hijau, bahkan sejak keadaan buah masih kecil, sudah menunjukkan warna merah keunguan tergantung paparan sinar matahari yang mengenai kulit buah. Sehingga direkomendasikan untuk membuka kanopi pohon disaat masa fase berbuah, dengan memangkas cabang dan ranting yang terlalu rimbun, mati, dan bersilangan.

Mengenai Mangga Garifta Merah yang tadi itu, memiliki kadar gula sekitar 15.5 derajat brix, dan produksinya sekitar 62 kg per pohon per tahun, aroma buah tergolong sedang kuat, dengan kadar serat juga sedang, kelembutan dagingnya yang lunak membuat buah Mangga Garifta Merah layak untuk dikembangkan skala perkebunan maupun koleksi pribadi, terang Pak Akbar menambahkan.

Kemudian kita juga sempat diajak melihat peternakan kambing Saanen ini adalah jenis kambing yang bisa diambil susunya mas, kambing Saanen ini asalnya dari lembah Saanen, Swiss bagian barat, merupakan salah satu jenis kambing terbesar di Swiss dan penghasil susu kambing yang terkenal, biasanya indukan yang jantan kita kawinkan dengan Etawa dan kambing Australia, maupun kambing Jawa biar bagus hasil persilangannya, karena kalau sejenis Etawa kan kambingnya bisa tinggi tinggi itu, dan kambing Australia juga bisa besar besar gitu, nah makanya kita coba silangkan beberapa kambing Sanen ini, dengan kambing kambing tersebut, kalau kambing Sanen kan memang sudah terjamin kwalitasnya, itu ada sertifikatnya tiap Kambing Sanen mas, dan biasanya ada nomornya di kuping, lah kebetulan yang ini habis dicuri dan baru saja bisa ketemu, tapi ya itu tadi antingnya sudah hilang dan jambulnya juga di potong tapi kan saya paham benar dengan ciri dan karakter kambing Sanen saya mas bagaimanapun tetap tidak bisa di ubah itu model tanduk dan lekuk lekuknya, maka ketika sempat ditawarkan di pasar mau dijual, saya di kabari sama teman teman komunitas peternak kambing, langsung saya kenali dari foto, itu benar kambing saya tahan dulu paparnya menjelaskan saat kejadian kambingnya dicuri dan di temukan kembali.

Terus ini ada juga lele yang dibawah gasebo itu mas, sudah lama sih saya memeliharanya, namun memang tidak untuk dikonsumsi, jadi itu sengaja saya biakan sampai beratnya 4 kilo 5 kilo satu ekornya, kan kelihatan dari kepalanya itu, ya biar anak anak senang kalau ngasih makan sembari kulineran di gasebo tersebut, ada juga Kelinci, Angsa, Bebek dan lain lain itu biasanya anak anak kecil suka ngasih makan kalau sore, memang kita konsep demikian sedari dini kita perkenalkan anak anak dengan tanaman dan hewan agar bisa mencintai alam dan seisinya mas.

Terkait dengan kuliner sendiri banyak menu lengkap tersaji namun selama ini yang jadi favorit anak anak muda itu Steak dan Ayam Geprek, mas bahkan order online juga banyak didominasi kedua menu tersebut, seringkali sampai jam 11 malam pun orderan online masih ada dan justru drivernya yang agak susah mencari, karena lumayan jauh kan kalau dari Delanggu, namun biasanya juga dapat driver meski menunggu agak lama sedikit, apalagi kalau kondisi hujan mas sudah, order meluber sampai pegawai pegawai saya kewalahan terang Pak Akbar saat di wawancarai wartawan siang tadi.

( Pitut Saputra )

error: Content is protected !!