INFOLIPUTAN.COM/Pesawaran — Rabu, 19 November 2025.Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pesawaran terus memperkuat langkah strategisnya dalam pembangunan ekonomi daerah. Hal ini diwujudkan melalui audiensi resmi yang dilakukan Ketua Kadin Pesawaran, DR. Can. Nurul Hidayah, SH., MH., CPM., ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran, Rabu (19/11/2025). Kehadiran Ketua Kadin disambut oleh Andriazi, S.E., M.M., selaku Statistisi Ahli Muda, yang hadir mewakili Kepala BPS Pesawaran, Gunawan Catur Prasetyo, S.Si., M.M.
Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut menjadi ruang diskusi yang produktif terkait pentingnya integrasi data dalam merancang arah kebijakan ekonomi Pesawaran. Andriazi hadir bersama Dini dan Abdul Kadir, S.E., serta sejumlah pejabat fungsional BPS yang terlibat langsung dalam penyediaan data statistik sektoral.

Sejak awal pertemuan, Ketua Kadin menegaskan bahwa dunia usaha membutuhkan dukungan statistik yang lebih komprehensif. Nurul menjelaskan bahwa program-program Kadin ke depan memerlukan data yang tidak hanya akurat, namun juga mudah diakses dan mampu menggambarkan kondisi perekonomian secara riil.
“Kadin tidak bisa bekerja berdasarkan asumsi. Kami membutuhkan data yang konkret agar setiap program dapat menyasar persoalan yang tepat. Mulai dari UMKM, investasi, hingga peta potensi ekonomi, semuanya harus berbasis data yang kredibel,” ujar Nurul.
Lebih jauh, Nurul menyampaikan beberapa program strategis Kadin untuk 2026, seperti penguatan enterpreneurship bagi UMKM, fasilitasi pembiayaan usaha, digitalisasi sektor dagang, dan identifikasi peluang investasi. Untuk menjalankan itu semua, ia menilai kolaborasi dengan BPS merupakan keharusan, bukan pilihan.
“Data statistik bukan hanya angka, tetapi fondasi dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan. Kami ingin sinergi ini menjadi awal kerja sama yang lebih luas,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, mewakili Kepala BPS Pesawaran, Andriazi menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kadin dalam mendorong pemanfaatan data resmi. Ia menegaskan bahwa BPS membuka peluang kerja sama bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha.
“BPS memiliki berbagai statistik yang bisa digunakan sebagai pijakan perencanaan usaha. Mulai dari data PDRB, struktur ekonomi, tenaga kerja, hingga profil usaha mikro. Kami siap bersinergi dalam pengembangan publikasi, pelatihan statistik, maupun dukungan terhadap program Kadin,” jelas Andriazi.

Di dalam audiensi, kedua lembaga membahas lebih rinci peluang kolaborasi, antara lain:
1. Penyusunan Peta Kebutuhan Data Dunia Usaha
Kadin dan BPS sepakat membuat daftar kebutuhan data yang akan menjadi acuan penyusunan program Kadin tahun 2026.
2. Pelatihan Literasi Statistik untuk UMKM
BPS siap memfasilitasi pelatihan membaca data, analisis sederhana, hingga pemanfaatan statistik untuk pengembangan usaha.
3. Integrasi Data Sektoral
Kolaborasi untuk memetakan potensi ekonomi lokal berbasis data kecamatan hingga desa.
4. Publikasi Bersama Analisis Ekonomi Daerah
Kadin dan BPS menjajaki penyusunan laporan berkala yang dapat digunakan pengusaha, pemerintah daerah, dan investor.
5. Dukungan terhadap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026)
Kadin akan membantu mengedukasi pelaku usaha terkait pentingnya berpartisipasi dalam pendataan nasional tersebut.

Dalam sesi dialog, beberapa isu strategis lainnya turut menjadi perhatian, seperti perlunya pemetaan UMKM berdasarkan kategori usaha, hambatan akses permodalan, hingga tantangan digitalisasi ekonomi di wilayah pedesaan Pesawaran.
Audiensi ditutup dengan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk meningkatkan koordinasi dan merumuskan langkah teknis tindak lanjut. Kadin menegaskan siap menjadi jembatan aspirasi pelaku usaha, sementara BPS berkomitmen menyediakan data statistik yang akurat, transparan, dan mudah digunakan.
Sinergi kedua lembaga ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi Pesawaran dan menghadirkan kebijakan pembangunan yang lebih terukur serta berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha lokal..
(Din morok)













