Bangun Purba, Info Liputan – Beberapa warga Desa Batu Gingging Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang kembali secara tegas meminta pihak Polisi untuk memproses pengaduan tentang tindakan asusila yang diduga kuat dilakukan oleh oknum Kepala Desa berinisial CH pada hari Senin. Selain kasus pelecehan, warga juga kesal dan tidak percaya atas penggunaan anggaran dana desa yang dikelola olehnya.
BS, salah satu warga setempat, menceritakan bahwa oknum kades berperilaku arogan, sombong, dan angkuh. Ia bahkan pernah menyebut wartawan dan LSM ibarat ayam yang diberi jagung, dengan kata-kata: “Selama ayam masih mau makan jagung berarti masih aman”. Menurut BS dan KH, oknum kades tidak takut dengan wartawan dan LSM karena yakin “selama ada uang, mereka bisa dibungkam”.
Masih menurut BS, kelakuan licik dan perbuatan mesum oknum kades itu telah membuat masyarakat geram. Beberapa bulan lalu, seorang ibu rumah tangga mengaku takut tidak mendapatkan bantuan BLT sehingga diam saat di lecehkan. Korban terbaru adalah Wiki Hardiyanti, yang suaminya (saudara Sofyan) meminta keadilan dan berharap laporannya dapat diproses di Polresta Deli Serdang.
“Saya bermohon kepada aparatur kepolisian di Polresta Deli Serdang untuk menegakkan keadilan, tolong saya agar keadilan ditegakkan karena saya tidak terima,” ucap suami korban kepada wartawan di kediamannya. Khaidir, warga Dusun III Desa Batu Gingging, juga menyampaikan ketidakpuasan: “Saya tidak terima atas perlakuan oknum kades itu, masukkan saja, kalau bisa dikebiri, kami malu punya pemimpin seperti itu”.
Menurut Khaidir dan warga, oknum kades sudah pernah diperiksa di kantor desa sendiri, dengan disaksikan warga, korban, suami, perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Namun, ia tetap tidak mengakuinya. “Mana mungkin warga berani kalau tidak terjadi, itu jelas memutarbalikkan fakta,” ungkap BS dan KH, menambahkan bahwa beberapa kadus pernah memergoki oknum kades bersama wanita lain.
BS dan KH juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini ada perdamaian di desa terkait kasus yang sama, di mana oknum kades memberikan sejumlah uang kepada korbannya. Menurut mereka, kejadian pelecehan sudah banyak dan berlangsung lama, namun warga bungkam karena takut dengan kades yang seenaknya berbuat tidak senonoh terhadap wanita dan menyalahgunakan anggaran desa.
“Kami minta periksa saja kadesnya, itu pasti terbongkar korupsinya, sebab banyak barang dan mobil baru yang dibelinya, mungkin itu dari uang anggaran dana desa,” tegas BS bersama warga lain pada Minggu (21 Desember 2025). Mereka berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan agar kasus ini tidak tertutup oleh kekuasaan dan uang.
Terpisah, Wakil Bupati LSM Lira Deli Serdang Hendra Wijaya angkat suara melalui Grup Resmi DPD LSM Lira Deli Serdang: “Kalau perlu bantuan pendampingan hukum, kabari saja”. Sementara itu, Ketua LPPA Deli Serdang Junaidi Malik melalui aplikasi WhatsApp kepada kru media menyatakan bahwa kasus ini harus ditelusuri secara tuntas dan meminta keterangan jelas oleh Polsek Bangun Purba dengan kata “Gasss”. (Tim)













