Kasus Pembunuhan Sadis Aliyan: Polres Pesawaran Periksa 19 Terduga Pelaku

Pesawaran, Infoliputan.com (11 April 2025) – Polres Pesawaran kini menangani serius kasus pembunuhan sadis Aliyan, warga Dusun Si Uncal, Desa Pulau Legundi, Kabupaten Pesawaran. Sebelumnya, kasus ini sempat mandek di Polsek Padang Cermin. Namun, kini penanganan kasus tersebut telah ditingkatkan ke tingkat Polres.

Sebagai langkah signifikan, Polres Pesawaran melakukan gelar perkara pada Rabu (10/4). Selanjutnya, sebanyak 19 orang terduga pelaku dipanggil untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hal ini dapat mengungkap kebenaran di balik kematian tragis petani dan nelayan tersebut.

Menurut keterangan Arina, anak korban, ayahnya dikeroyok oleh sekelompok warga. Lebih jauh lagi, insiden ini bermula dari cekcok dengan keponakannya, Safarudin. Akibatnya, kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Yang paling menyayat hati, jasad Aliyan hingga kini belum ditemukan.

Arina memberikan kesaksian kunci yang sangat penting bagi penyelidikan. Ia menjelaskan bahwa ia melihat sekelompok orang membawa karung dan tali menuju dermaga. “Saya melihat jelas mereka membawa karung dan tali, lalu menuju dermaga. Ada empat orang yang memikul karung besar dengan bambu. Saya yakin itu jasad bapak saya,” ungkap Arina dengan air mata berlinang. Oleh karena itu, kesaksian ini memberikan petunjuk krusial kepada kepolisian untuk mengungkap kasus ini.

Akar Permasalahan dan Eskalasi Konflik

Tragedi berdarah ini, pada dasarnya, bermula dari permasalahan sepele yang sering terjadi di lingkungan perkampungan. Aliyan dan Safarudin, yang rumahnya berdekatan, telah lama berselisih paham. Lebih spesifik lagi, perselisihan ini terkait bau kotoran kambing dan sengketa tanah warisan. Sebagai akibatnya, perselisihan yang telah lama terpendam ini memuncak pada malam nahas tersebut.

Setelah terjadi cekcok mulut, Aliyan masuk ke dalam rumah. Namun, tak lama kemudian, sekelompok warga menyerbu rumahnya sambil membawa karung dan tali. Sementara itu, Arina, yang menyaksikan kejadian dari jendela rumahnya, melihat Oman, Tuni, Heri Bombom, dan Rohili memikul karung menuju dermaga.

Imbauan dan Harapan Ke Depan

Insiden ini menyoroti pentingnya penyelesaian konflik secara damai dan bijaksana. Pada intinya, perselisihan sepele dapat berujung pada tragedi menyedihkan. Oleh karena itu, Polres Pesawaran berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan kepada keluarga korban. Saat ini, penyelidikan masih berlanjut untuk menemukan jasad Aliyan dan mengungkap motif pembunuhan.

Selain itu, kasus ini memperingatkan masyarakat untuk lebih bijak menyelesaikan masalah dan menghindari kekerasan. Dengan kata lain, saling pengertian dan komunikasi yang baik sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Karenanya, pihak berwajib berharap masyarakat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk membantu penyelidikan.

Polisi menetapkan 19 orang sebagai terduga pelaku, dan kasus ini segera terungkap sehingga para pelaku dapat diproses sesuai hukum. Pengungkapan kasus ini akan membuktikan komitmen aparat penegak hukum dalam memberikan rasa aman dan keadilan. Proses hukum akan terus berjalan, dan kami meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan. (Red)

error: Content is protected !!