Info Liputan Pesisir Barat, Minggu, 1 Februari 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, terjadi kejadian mengejutkan di Pantai Lantera Walur, Kabupaten Pesisir Barat Lampung: ditemukannya sesosok mayat manusia dengan kondisi tidak lengkap. Peristiwa ini segera ditangani oleh Polres Pesisir Barat untuk melakukan penyelidikan awal.
Penemuan pertama kali dilakukan oleh dua orang warga, Edi dan Indri, yang sedang beraktivitas memancing di sekitar pantai. Awalnya, mereka melihat benda mengambang di laut yang dianggap sebagai bangkai sapi, namun setelah mendekati, keduanya menyadari bahwa itu adalah mayat.
Kondisi mayat yang ditemukan cukup memprihatinkan: tanpa kepala dan kaki kiri. Hal ini membuat kedua saksi segera memanggil masyarakat sekitar dan menghubungi Satpolairud Polres Pesisir Barat untuk melaporkan kejadian.
Setelah menerima laporan, tim gabungan personel Satpolairud dan anggota Polres Pesisir Barat langsung tiba di lokasi kejadian. Tujuan mereka adalah melakukan pengamanan TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan penanganan awal terhadap jenazah.
Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops KOMPOL Rohmadi, S.H., membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, petugas telah melakukan evakuasi jenazah ke RSUD M. Thohir Kabupaten Pesisir Barat.
Di rumah sakit, jenazah akan menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Tujuan utama adalah untuk mengetahui identitas korban serta penyebab kematian yang hingga saat ini masih menjadi misteri.
Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Bagi mereka yang merasa kehilangan anggota keluarga, diminta segera melapor ke Polres Pesisir Barat untuk membantu proses identifikasi.
Kejadian penemuan mayat di Pantai Lantera Walur ini menarik perhatian warga sekitar. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memberikan informasi yang berguna kepada pihak berwenang jika memiliki keterkaitan dengan kasus.
Polres Pesisir Barat menunjukkan kesigapan dalam menangani kejadian ini. Tindakan cepat mereka membuktikan komitmen untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat publik di wilayah tersebut.
Sampai saat ini, kasus masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian akan terus mengumpulkan bukti dan informasi untuk mengungkap kebenaran di balik kematian korban.
(R.D.N Majisin)













