KKNT Inovasi IPB University Olah Limbah MOCAF Jadi Produk Bernilai Guna

Pringsewu, Infoliputan.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University melaksanakan program SOCAF untuk mengelola limbah produksi singkong dan mendukung peternak di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Inovasi ini mengubah limbah menjadi produk bernilai guna sekaligus mengatasi masalah lingkungan.

Koordinator Tim KKN IPB mengatakan, tim yang bertugas di Pekon Adiluwih Kecamatan Adiluwih telah menghadirkan solusi pengelolaan limbah cair MOCAF (Modified Cassava Flour). Program ini dibuat mengingat permasalahan bau dan potensi pencemaran lingkungan akibat limbah yang belum tertangani optimal.

Pada tanggal 6 Januari 2026, tim KKNT menggelar sosialisasi dan demonstrasi SOCAF (Suplemen Organik Cair dari Limbah Cair MOCAF) di Gedung Serba Guna (GSG) Pekon Adiluwih, dipimpin oleh M.Recky Renaldy. Kegiatan ini menyasar peternak ruminansia seperti pemilik sapi, kambing, dan domba.

SOCAF memiliki pH 3,8 sehingga tidak bisa dikonsumsi langsung oleh ternak. Oleh karena itu, tim mengembangkannya sebagai starter alami pembuatan dedak aromatik. Dedak tersebut dibuat pada 12 Januari 2026 di AZ Farm dengan menggabungkan SOCAF, molases, dan tepung beras putih, kemudian difermentasi selama tujuh hari.

Dedak aromatik diharapkan meningkatkan palatabilitas pakan ternak melalui aroma segar dan membantu peningkatan bobot badan. Selain sebagai pakan tambahan, produk ini juga bisa digunakan sebagai starter pembuatan silase. Namun, sebelum direkomendasikan luas, dedak aromatik akan melalui uji kandungan nutrisi di kampus IPB University.

Melalui program SOCAF, tim KKNT mendorong ekonomi sirkular di tingkat desa dengan mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi alternatif pengelolaan limbah dan mendukung keberlanjutan sektor peternakan masyarakat.

Program PROMagg: Sampah Organik Jadi Protein Ternak

Selain SOCAF, tim juga melaksanakan program PROMagg yang mengelola sampah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF). Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Januari 2026 dengan melibatkan perangkat Pekon/Desa, Kelompok Wanita Tani (KWT), penyuluh pertanian, dan perwakilan dinas terkait.

Program ini bertujuan memberikan solusi sederhana penanganan sampah dapur dan menghasilkan sumber protein alternatif bagi ternak. Konsistensi mahasiswa memilah sampah selama hampir 40 hari di Posko KKN menjadi awal lahirnya program ini.

Maggot BSF diperkenalkan sebagai agen biokonversi yang bisa mengurai sampah dapur cepat dan efisien. Setelah telur BSF dirawat di Posko, maggot tumbuh hingga kurang lebih 1 cm dalam tujuh hari. Proses ini menunjukkan bagaimana sampah organik yang menjadi sumber bau bisa diubah menjadi sumber daya bernilai.

“Kita ingin menunjukkan bahwa pemilahan sampah bukan sekadar teori, tapi bisa dilakukan asal ada kemauan,” ujar Koordinator Tim. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran berbagai pihak. Diskusi tidak hanya membahas teknis budidaya maggot, tetapi juga potensi ekonominya sebagai usaha rumah tangga, ujar Sanusi.

Program ECO-SORT: Edukasi Pemilahan Sampah untuk Siswa SD

Di bidang edukasi lingkungan, tim KKNT menginisiasi program ECO-SORT yaitu edukasi pemilahan sampah bagi siswa sekolah dasar. Dilaksanakan pada 13-22 Januari 2026, program ini melibatkan 144 siswa dari lima SD di Pekon Adiluwih.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 80,83 persen, yang menandakan keberhasilan program dalam menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini.

Dalam menjalankan program-program ini, mahasiswa KKNT menerapkan pemilahan sampah langsung di Posko KKN sebagai contoh nyata bagi masyarakat. Meski memiliki keterbatasan fasilitas dan tidak ada Tempat Pembuangan Sementara (TPS), mereka membagi sampah menjadi lima kategori: organik, plastik, kertas, botol plastik, dan residu.

Sampah organik digunakan sebagai pakan maggot dalam program PROMagg, sementara sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik dipilah untuk didaur ulang dalam program ECO-SORT dan sebagian disalurkan ke pengepul lokal. (Sanusi)

error: Content is protected !!