INFOLIPUTAN.COM/Pesawaran – Harapan baru bagi masyarakat Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, mulai menguat. Putra daerah asli Sukaraja, Mohamad Ageng Habibi, resmi menyatakan diri maju sebagai Calon Pengganti Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Sukaraja.
Lahir dan besar di Dusun II Desa Sukaraja, Mohamad Ageng Habibi bukan sosok asing bagi warganya.Minggu,01,Pebruari 2026.
Ia adalah putra keempat dari pasangan Bapak Paijo Wirotinoyo (Purn) TNI AD, keluarga yang dikenal menjunjung tinggi nilai disiplin, kejujuran, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai itulah yang kini ia bawa sebagai bekal untuk mengabdi langsung kepada tanah kelahirannya.
Dengan penuh keyakinan, Mohamad Ageng Habibi menyatakan siap mengikuti seluruh proses pemilihan PAW Kepala Desa yang akan digelar pada 5 Februari 2026. Pencalonannya bukan sekadar ambisi jabatan, melainkan panggilan untuk memperbaiki, menyatukan, dan membangkitkan kembali kekuatan Desa Sukaraja dari akar rumput.
Desa tidak akan maju jika berjalan sendiri-sendiri. Desa akan kuat jika warganya bersatu, saling peduli, dan mau bermusyawarah. Gotong royong adalah jati diri kita yang harus kita hidupkan kembali,” tegasnya.
Dalam visi dan misinya, Mohamad Ageng Habibi menempatkan rakyat sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Ia berkomitmen:
Mengutamakan musyawarah dan keterbukaan dalam setiap pengambilan keputusan desa.
Menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai dasar pembangunan dan pelayanan publik.
Memberdayakan generasi muda dengan membentuk kelompok pemuda di setiap dusun agar potensi, kreativitas, dan energi anak muda dapat berperan aktif membangun desa.
Bagi Ageng Habibi, pemuda bukan hanya penonton, tetapi penggerak masa depan desa. Pemerintahan desa harus hadir sebagai rumah bersama yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
Dengan semangat pengabdian dan tekad untuk membawa perubahan nyata, Mohamad Ageng Habibi berharap kehadirannya dapat menjadi jalan baru bagi Desa Sukaraja menuju pemerintahan desa yang lebih bersih, partisipatif, dan bermartabat.
(Red)













