FORMASI Gelar Meditasi Rutin di Pendopo Loji Gandrung: Puluhan Warga Surakarta dan Sekitarnya Antusias Ikuti Sesi Ketenangan Diri

Surakarta, infoliputan.com 3 September 2026 – Forum Meditasi Indonesia (Fortasi) kembali menyelenggarakan kegiatan meditasi rutin di Pendopo Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, pada Kamis Pon, 3 September 2026. Berlangsung dari pukul 18.45 hingga 22.00 WIB, acara “Meditasi Bersama Mas Wali Respati Ardi” ini diikuti oleh sekitar 80 warga Kota Surakarta dan sekitarnya dari berbagai kalangan usia. Menariknya, cukup banyak anak-anak muda yang baru pertama kali mengikuti kegiatan meditasi turut hadir memadati pendopo.

Acara dipandu oleh MC Moch. Fauzi dan dibuka dengan prolog yang disampaikan oleh Indrawan YP. Sesi meditasi inti berlangsung khidmat dengan bimbingan dan arahan langsung dari Ketua Fortasi, Bapak Barata Sena, yang memandu para peserta selama proses meditasi berlangsung. Dalam arahannya, beliau menekankan dasar-dasar meditasi, yakni teknik mengontrol napas dan pikiran agar peserta dapat mencapai ketenangan batin.

Memasuki sesi dialog interaktif, Bapak Barata Sena menyampaikan pesan mendalam bahwa dalam berkegiatan meditasi tidak ada yang salah maupun benar. Setiap peserta dipersilakan mengalir mengikuti prosesnya masing-masing, karena perasaan yang muncul antara satu peserta dengan peserta lain dapat berbeda-beda sesuai kondisi masing-masing individu. Salah satu peserta yang baru pertama kali mengikuti meditasi mengaku merasakan ketenangan yang mendalam selama proses berlangsung.

Para peserta pun diberi kesempatan untuk berbagi cerita dan bertanya mengenai apa yang mereka rasakan. Dengan antusias, sejumlah peserta menyampaikan pengalaman yang beragam, mulai dari sensasi tubuh terasa ringan hingga sensasi berbeda saat proses menghitung napas dalam meditasi.

Menanggapi keberagaman pengalaman tersebut, Bapak Barata Sena memberikan analogi sederhana yang mudah dipahami. Beliau mencontohkan pengalaman menikmati secangkir kopi di kafe, wedangan, atau HIK. Ketika pertama kali disajikan, kopi terasa sangat panas dengan aroma yang kuat; beberapa saat kemudian, kopi mulai terasa hangat sehingga mulai diseruput; dan sekitar sepuluh menit berikutnya, kopi sudah terasa dingin dengan aroma yang tidak sekuat semula, namun tetap bisa dinikmati. “Meski cangkir dan kopinya tetap sama, perasaan yang muncul terus berubah seiring waktu,” ujar Barata Sena. Analogi ini menggambarkan bahwa meditasi dilakukan untuk melatih fokus, menjernihkan pikiran, serta mencapai ketenangan batin, terlepas dari perasaan yang berbeda-beda yang mungkin dialami setiap orang.

Suasana hangat pun tercipta di akhir pertemuan, ditandai dengan sesi saling berjabat tangan di antara peserta yang hadir.

Suasana Dialog interaktif

Kegiatan meditasi ini merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Fortasi (Forum Meditasi Indonesia) setiap Kamis Pon di Pendopo Loji Gandrung. Terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan penuh dari Wali Kota Surakarta. Ke depan, diharapkan semakin banyak warga yang dapat bergabung dan merasakan manfaat dari kegiatan meditasi ini.

error: Content is protected !!