Tanggamus,//infoliputan.com–Warga Dusun Air Gas, Pekon Karangsari, Kecamatan Air Naningan, melaksanakan kegiatan swadaya gotong royong pengerasan jalan pada hari ini, Jumat, 25 September 2026. Langkah ini diambil lantaran kondisi jalan yang selama ini belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah, sehingga menyulitkan akses warga, terutama para pelajar yang hendak ke sekolah.
Kegiatan yang mengandalkan partisipasi dan kemandirian serta kepedulian masyarakat yang melihat kondisi jalan yang selama ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Jalan yang dilalui tidak hanya oleh warga Dusun Air Gas, tetapi juga menjadi akses bagi warga dari dusun-dusun lain yang melintas, kondisinya yang rusak parah sering menyulitkan siapa saja yang melaluinya, terutama anak-anak yang berangkat ke sekolah.
Karena tidak ingin terus menunggu, warga bergerak sendiri. Selama kurang lebih dua minggu terakhir, dilakukan penggalangan dana secara swadaya. Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa, bukan hanya warga Dusun Air Gas yang menyumbangkan dana, semen, maupun tenaga. Warga dari dusun lain yang rutin melintasi jalan ini pun turut berpartisipasi memberikan sumbangsih, karena menyadari manfaatnya akan dirasakan bersama.
Hasil pengumpulan dana dan material selama waktu itu kemudian diwujudkan dalam gotong-royong hari ini. Puluhan warga dari berbagai kalangan datang ke lokasi, mencampur adukan, mengangkut material, hingga meratakan coran jalan — semuanya dilakukan secara sukarela dan penuh semangat kebersamaan.
Supriadi, selaku tokoh masyarakat Dusun Air Gas, menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan warga.
”Selama ini jalan ini diallui bersama, warga Air Gas maupun masyarakat yang lewat ke sana-sini. Sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaikinya. Karena itu, kami berinisiatif menggalang dana swadaya selama dua minggu terakhir. Alhamdulillah, tidak hanya warga kami, warga dari dusun lain yang melintas juga ikut menyumbang dana dan material. Hari ini Jumat 25 September 2026, kami semua turun bekerja sama mengecor dan mengeraskan jalan ini, terutama agar anak-anak kami bisa lewat dengan tenang pergi pulang sekolah.”
Aris , selaku tokoh pemuda yang ikut menggerakkan warga, menegaskan bahwa kemandirian ini bukan berarti menolak bantuan pemerintah, melainkan membuktikan bahwa masyarakat peduli pada lingkungannya.
”Kami para pemuda dan seluruh warga tidak ingin hanya menunggu bantuan datang. Kami sadar jalan ini dipakai bersama, itulah sebabnya warga dari dusun lain juga ikut menyumbang. Hari ini kami buktikan kami bisa bergerak sendiri. Namun harapan kami tetap satu: semoga langkah mandiri ini menjadi perhatian pemerintah, baik di tingkat desa kecamatan maupun daerah. Ke depannya, jalan ini bisa diperbaiki dan diperluas secara menyeluruh, agar semua warga yang melintas — dari mana pun — bisa merasakan akses yang layak dan aman.”
Kegiatan gotong royong berlangsung penuh kekeluargaan. Warga saling bantu tanpa membedakan asal dusun, menunjukkan bahwa kepentingan bersama lebih diutamakan. Pengerasan jalan yang dilakukan hari ini setidaknya sudah mengurangi kesulitan yang selama ini dirasakan, meskipun kemampuan swadaya warga tentu memiliki batas.
Oleh karena itu, seluruh warga Dusun Air Gas beserta warga dusun tetangga yang turut berpartisipasi berharap kehadiran pemerintah segera dirasakan. Dukungan dan perhatian dari pihak berwenang sangat diharapkan agar pembangunan akses jalan ini dapat disempurnakan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas dan berkelanjutan oleh seluruh masyarakat yang melintas, serta demi kenyamanan dan keselamatan para pelajar yang berjuang menuntut ilmu setiap harinya.
(Didi irawan)













