Blitar/infoliputan.com – PGRI Kabupaten Blitar kembali menjadi sorotan publik setelah adanya dugaan ketidaktransparanan dalam acara pisah sambut yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 25-26 Juli 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, dan beberapa anggota /pengurus PGRI.
Namun, disisilain Anggota PGRI tak ingin disebut namanya mengungkapkan adanya pemungutan biaya yang tidak jelas, lantaran biaya 1350.000,/peserta . Adapun yang berangkat ke Yogyakarta sekitar 40 orang sehingga yang harus dikeluarkan kurang lebih sebesar Rp 54.000.000 Ini murni dari iuran anggota PGRI dengan nominal bervariasi.
“Iuran yang dibebankan kepada anggota tersebut terkesan tidak transparan dan tanpa penjelasan yang memadai mengenai tujuan dan penggunaannya. Beberapa anggota yang merasa dirugikan mengaku kecewa atas kurangnya keterbukaan dalam pengelolaan dana tersebut, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam organisasi yang berkomitmen pada kesejahteraan anggotanya.
Selain itu, dugaan kejanggalan semakin diperburuk dengan kondisi legalitas kepengurusan PGRI Kabupaten Blitar yang hingga kini belum resmi, menambah ketidakpastian serta keresahan di kalangan anggotanya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana pengelolaan kegiatan dan keuangan organisasi ini seharusnya dilakukan.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Pgri Kabupaten Blitar belum bisa di konfirmasi.