Karanganyar, Info Liputan – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan menyelimuti Lapangan Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar pada Senin malam, 20 April 2026. Ribuan jemaah dari berbagai penjuru daerah memadati lokasi acara untuk mengikuti Pengajian Akbar yang mengusung tema besar “Dengan Iman dan Taqwa Kita Perkuat Ukhuwah Islamiyah.” Kehadiran massa yang begitu antusias menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan rohani yang mempererat tali persaudaraan.
Acara resmi dimulai tepat pukul 19.30 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang lantunannya menggema dengan merdu, menyejukkan hati seluruh hadirin. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Perpaduan antara semangat kebangsaan dan nilai-nilai keislaman terjalin harmonis, menciptakan atmosfer religius yang tetap menjunjung tinggi rasa cinta dan kesetiaan terhadap tanah air.
Suasana pengajian semakin semarak dan hidup dengan iringan sholawat nan indah dari Grup Rebana Darussalam asal Lalung, Karanganyar. Alunan musik rebana yang ritmis dan syahdu berhasil membangkitkan semangat spiritual jemaah yang hadir. Tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, panitia juga memberikan perhatian khusus pada ekonomi warga dengan menggandeng puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Desa Suruh dan sekitarnya untuk membuka stand di lokasi. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menyejukkan hati, tapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ungkap salah satu panitia.
Memasuki pukul 21.00 WIB, acara inti tausiyah disampaikan oleh penceramah kondang asal Madiun, Jawa Timur, yakni Ustadzah Hj. Kharisma Yogi Noviana. Dengan gaya penyampaian yang khas—humoris, lembut, namun tetap tegas dan menyentuh hati—Ustadzah Kharisma menekankan pentingnya memperbaiki hubungan antarmanusia atau hablum minannas sebagai fondasi utama terwujudnya ukhuwah Islamiyah yang kokoh.
“Setiap individu harus berani meminta maaf dan juga berlapang dada memberi maaf, walau terkadang hati belum sepenuhnya rela. Pasrahkan dan serahkan semua perasaan tersebut kepada Allah SWT. Jangan membatasi sikap saling memaafkan hanya saat momentum Hari Raya Idul Fitri saja,” pesan beliau yang langsung disambut dengan seruan takbir dan tepuk tangan meriah dari seluruh jemaah.
Lebih jauh, Ustadzah Kharisma juga mengingatkan tentang keutamaan menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. “Belajarlah selagi masih ada kesempatan dan kesehatan, jangan menunggu waktu yang dianggap tepat. Karena kapan usia akan ditutup, tidak ada satupun manusia yang tahu,” tegasnya. Dalam kehidupan sosial, ia mengajak jemaah untuk terus bersedekah sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Jangan dipaksakan, tapi lakukan dengan jujur sesuai kapasitas. Sedekah sekecil apa pun jika diniatkan dengan ikhlas, insya Allah akan membawa berkah yang besar,” tambahnya.
Sepanjang sesi tausiyah berlangsung, suasana terasa begitu haru, tenang, dan penuh kedamaian. Materi yang disampaikan terasa menjadi siraman rohani yang sangat dinantikan di tengah kerasnya tantangan dan persaingan hidup modern. Banyak jemaah yang mengaku mendapatkan pencerahan baru serta penyadaran tentang betapa pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan baik antar sesama yang selama ini mungkin kurang terjalin dengan maksimal.
Acara pengajian akbar ini ditutup dengan doa penutup yang dipimpin langsung oleh Ustadzah Hj. Kharisma Yogi Noviana. Dengan penuh harap dan khusyuk, seluruh jemaah mengamini setiap lantunan doa yang dipanjatkan. Besar harapan semua pihak, agar kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, melainkan menjadi jembatan silaturahmi yang nyata dan membawa berkah luas bagi seluruh warga Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, maupun masyarakat Kabupaten Karanganyar pada umumnya. (Budi)













