Lampung Tengah, infoliputan.com – Seorang karyawati berinisial Ns yang bekerja di PNM Mekaar terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya dan pulang ke kampung halaman. Keputusan berat ini diambil setelah ia diduga menjadi sasaran teror berupa pesan tidak pantas yang dikirimkan oleh Pimpinan beserta empat karyawan PNM Mekaar Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah.
Kepada awak media, Ns menceritakan bahwa penyebab datangnya teror tersebut adalah karena ibunya memiliki pinjaman di PNM Mekaar Kalirejo. Padahal, urusan pembayaran pinjaman tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tuanya secara pribadi dan bukan merupakan kewajiban anak. Ns juga menegaskan bahwa orang tuanya masih sanggup melunasi kewajiban tersebut sendiri tanpa perlu melibatkan dirinya.
Namun, Pimpinan beserta empat karyawan PNM Mekaar Kalirejo diduga tetap mengirimkan pesan-pesan yang tidak pantas melalui WhatsApp kepada Ns. Akibat perlakuan tersebut, Ns merasa sangat terganggu, tidak nyaman, dan merasa dipermalukan. Bahkan, persoalan tersebut menjadi diketahui oleh rekan-rekan kerjanya di kantor sehingga nama baiknya pun ikut tercemar.
Karena terus merasa dibuat tidak nyaman dalam bekerja, niat untuk mengundurkan diri pun akhirnya tumbuh. Ns terpaksa meninggalkan pekerjaannya demi ketenangan hati dan keselamatan diri, padahal ia sama sekali tidak memiliki keterkaitan hukum maupun tanggung jawab atas utang pinjaman orang tuanya. Ns merasa dirugikan dan kehilangan mata pencaharian akibat kesalahan yang bukan dibuatnya.
Ns menyampaikan bahwa ia masih menyimpan seluruh bukti pesan yang dikirimkan oleh pihak PNM Mekaar Kalirejo tersebut. Saat ini, Ns sedang mengumpulkan segala bukti secara lengkap dan berencana akan melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib agar mendapatkan keadilan atas perlakuan yang ia alami.
Saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut melalui pesan WhatsApp, catatan suara, maupun telepon pada Sabtu (1/8/2026), Pimpinan PNM Mekaar Kalirejo Lampung Tengah bernama Abdul Aziz tidak memberikan jawaban maupun penjelasan apa pun terkait tuduhan yang dilayangkan.
Di sisi lain, orang tua Ns turut menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Pimpinan beserta karyawan PNM Mekaar Kalirejo. “Mereka semestinya berpikir dulu sebelum bertindak, dikaji dulu apakah tindakan itu merugikan orang lain atau tidak. Orang tua mana yang tidak sakit melihat anaknya diperlakukan seperti itu. Saya berharap pihak berwajib bisa memberikan keadilan kepada anak saya,” ujarnya dengan nada sedih.
(Red)













