TANGGAMUS,//infoliputan.com– Kondisi jalan lingkungan yang rusak mendorong masyarakat Pekon Karangsari, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, turun tangan melakukan perbaikan secara swadaya.
Puluhan warga bergotong royong melakukan pengecoran jalan yang selama ini menjadi salah satu akses penting masyarakat, Minggu (2/8/2026). Perbaikan dilakukan karena kondisi jalan dinilai telah mengganggu aktivitas warga dan membahayakan pengguna jalan.
Selain menjadi akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, jalan tersebut juga dilalui anak-anak untuk menuju sekolah. Warga menyebut kondisi jalan yang rusak bahkan telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan.
Atas kondisi tersebut, masyarakat kemudian berinisiatif melakukan pengecoran menggunakan swadaya warga. Tenaga, waktu, dan kemampuan masyarakat dikerahkan agar akses tersebut lebih aman dan nyaman untuk dilalui.
Kegiatan gotong royong itu turut dipantau Kepala Pekon Karangsari bersama Bhabinkamtibmas. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif masyarakat dalam memperbaiki fasilitas lingkungan secara bersama-sama.
Tokoh masyarakat Pekon Karangsari, Tasmirin, mengatakan pengecoran dilakukan murni atas kesadaran warga terhadap pentingnya keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat dan setiap hari dilalui anak-anak menuju sekolah. Karena kondisinya sudah rusak dan beberapa kali terjadi kecelakaan, masyarakat berinisiatif melakukan pengecoran secara swadaya. Alhamdulillah, warga kompak menyumbangkan tenaga dan kemampuan masing-masing demi kepentingan bersama,” ujar Tasmirin.
Meski masyarakat telah bergotong royong melakukan perbaikan, Tasmirin berharap kondisi infrastruktur di Pekon Karangsari tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, pembangunan jalan yang layak tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas ekonomi warga.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan di Pekon Karangsari maupun wilayah lain yang masih mengalami kerusakan. Pembangunan infrastruktur yang memadai akan sangat membantu kelancaran aktivitas masyarakat, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi warga,” katanya.
Ia menegaskan, apa yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan semangat gotong royong, bukan berarti menghilangkan peran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat.
“Apa yang kami lakukan hari ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat, namun kami juga berharap adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah agar pembangunan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” harapnya.
Tasmirin menambahkan, budaya gotong royong merupakan modal sosial yang harus terus dijaga. Ketika masyarakat dan pemerintah dapat berjalan bersama, berbagai persoalan di lingkungan dapat ditangani secara lebih efektif.
“Sinergi antara masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan memberikan manfaat bagi seluruh warga,” pungkasnya.
(Didi irawan)













