Headline News
Maulid Nabi di Sinar Jawa, Hadi Hariyanto Ajak Warga Bangun Pekon dengan Akhlak Pemerintah Pekon Mulyorejo Salurkan BLT-DD Bulan Agustus 2026 Bupati Tanggamus Lantik 78 Pejabat, Tekankan Integritas dan Budaya Kerja “Jalan Lurus” Adventure Trail Gas Amal Digelar di Pekon Neglasari, Dukung Pembangunan Masjid Nurul Iman Adventure Trail Gas Amal Digelar di Pekon Neglasari, Dukung Pembangunan Masjid Nurul Iman Pringsewu, infoliputan.com — Kegiatan Adventure Trail Gas Amal dalam rangka mendukung pembangunan Masjid Nurul Iman di Pekon Neglasari, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, resmi digelar pada Minggu (23/8/2026). Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Patra dan Tim Kemprus tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan kepolisian. Kehadiran berbagai pihak menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial yang bertujuan membantu pembangunan rumah ibadah di wilayah tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Pagelaran, Kasubsektor Pagelaran Utara, Camat Pagelaran Utara, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pagelaran Utara, serta Kepala Pekon Neglasari. Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa Adventure Trail Gas Amal tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi bagi para peserta, tetapi juga memiliki misi sosial. Dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut akan disalurkan untuk membantu pembangunan Masjid Nurul Iman di Pekon Neglasari. Sementara itu, Camat Pagelaran Utara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib. Kegiatan Adventure Trail Gas Amal ini diharapkan tidak hanya mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarpeserta, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan Masjid Nurul Iman di Pekon Neglasari. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk gotong royong masyarakat dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan di P

Ancam Warga Sukoharjo dengan Sajam, Debt Collector Dilaporkan ke Polisi

Pringsewu, infoliputan.com – Sebuah insiden mengancam keselamatan terjadi di Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, pada Minggu (31/5/2026) siang. Seorang warga bernama Fikri dilaporkan menjadi korban ancaman menggunakan senjata tajam oleh individu yang mengaku sebagai debt collector dari sebuah perusahaan pembiayaan. Merasa tidak terima dan keselamatannya terancam, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Laporan pengaduan resmi diterima oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sukoharjo Polres Pringsewu pada hari yang sama, tepatnya sekitar pukul 14.59 WIB. Kasus ini tercatat dalam buku register polisi dengan nomor LP/B/38/V/2026/SPKT/POLSEK SUKOHARJO/POLRES PRINGSEWU/POLDA LAMPUNG untuk diproses lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB saat Fikri sedang duduk bersantai di warung depan rumahnya bersama sang istri. Tiba-tiba datang seorang pria yang kemudian dikenal bernama Gunawan alias Pinggungan, yang mengaku bertugas sebagai penagih atau debt collector dari perusahaan pembiayaan FIF Sukoharjo.

Awalnya, pria tersebut menanyakan keberadaan Pakih yang merupakan ayah mertua dari Fikri. Karena memang tidak mengetahui keberadaan orang yang dicari, Fikri menjawab dengan jujur bahwa dirinya tidak tahu. Hal yang sama terjadi saat Gunawan menanyakan keberadaan sepeda motor yang sedang dicari, hingga kemudian beralih menanyakan keberadaan Kurniawan, yang tak lain adalah kakak ipar korban.

“Kurniawan tidak ada di sini, mungkin di rumahnya,” ujar Fikri sebagaimana tertuang dalam keterangan laporan polisi. Situasi kemudian mulai memanas ketika pelaku meminta Fikri untuk menghubungi orang yang dicari, namun permintaan itu ditolak karena menurut korban, pihak penagih seharusnya sudah memiliki nomor telepon dan bisa menghubunginya secara langsung.

Konflik semakin memuncak setelah terjadinya adu mulut dan perdebatan. Fikri menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan persoalan angsuran atau urusan pembiayaan yang sedang dipermasalahkan. “Saya tidak ada sangkut pautnya dengan urusan angsuran tersebut,” tegas korban.

Dalam situasi yang mulai tidak kondusif, terlihat pelaku diduga mundur beberapa langkah lalu mengeluarkan sebilah pisau yang diselipkan di pinggang dan mengarahkannya ke arah Fikri. Suasana yang semula hanya perdebatan mendadak berubah mencekam. Beruntung, sejumlah warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera bertindak cepat untuk melerai, sehingga insiden tidak berakhir pada tindakan kekerasan fisik yang lebih parah.

Akibat perbuatan tersebut, Fikri dan istrinya mengaku mengalami trauma, ketakutan, dan tekanan psikologis yang mendalam. Melalui laporan yang dibuat, korban berharap polisi dapat segera memproses hukum pelaku. Hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor maupun perwakilan perusahaan pembiayaan yang disebutkan belum memberikan konfirmasi, sementara pihak Polsek Sukoharjo masih mendalami kasus ini untuk proses hukum selanjutnya. (Red)

error: Content is protected !!