Karena Cemburu Buta Dengan Istri Orang Oknum Wartawan Di Duga Sebar Fitnah

TANGGAMUS,//infoliputan .com– Sebuah peristiwa yang penuh dengan tuduhan tidak berdasar dan fitnah terjadi di sebuah rumah makan terbuka di wilayah Kotaagung -Tanggamus, yang kemudian disebarluaskan secara sepihak melalui pemberitaan disejumlah jejaring media sosial oleh seseorang yang mengaku bernama Tomi sebagai wartawan.

Pihak yang menjadi sasaran tuduhan, yang dalam pemberitaan disebut dengan inisial S, akhirnya menyampaikan klarifikasi lengkap untuk membuktikan bahwa semua informasi yang disebarkan sebelumnya adalah tidak benar dan bohong belaka.

Peristiwa bermula ketika S bersama lima orang lainnya – yakni N, dua orang anak perempuan Neti, seorang kerabat yang dipanggil Bibi beserta anaknya – sedang duduk santai menikmati hidangan Rumah makan Saung bangkit pada waktu yang wajar. Saat itu, pembicaraan mereka sepenuhnya berkaitan dengan urusan kemanusiaan: wanita berinisial N yang juga hadir meminta bantuan kepada S untuk mengurus permasalahan bantuan sosial (bansos) yang tercatat beralih ke nama orang lain tanpa prosedur yang jelas.

Tanpa pendahuluan, tanpa menyapa dengan sopan, dan tanpa berusaha mencari tahu fakta sesungguhnya, tiba-tiba datang seorang pria yang mengaku bernama Tomi. Ia datang dengan emosi yang meluap-luap, langsung mengarahkan gawai pintarnya untuk merekam momen tersebut secara paksa, lalu melontarkan ucapan yang sangat menyakitkan dan memfitnah.

Dalam rekaman yang dibuatnya sendiri, Tomi berkata dengan nada tinggi: “Kamu ini benar-benar ya N**i. Saya sudah habiskan uang banyak ke kamu malah kelakuan kamu selingkuh, pantas kamu tidak mau lagi dengan saya, saya viralin kamu.” ucap nya dengan menggunakan bahasa daerah namun jika diartikan demikian.

Ucapan tersebut tidak hanya ditujukan kepada N, namun secara langsung menjerat S dengan tuduhan perselingkuhan yang sama sekali tidak memiliki dasar fakta sedikitpun. Padahal, di tempat itu tidak terjadi interaksi apapun yang melanggar norma kesusilaan, apalagi yang bisa ditafsirkan sebagai perselingkuhan.

S menegaskan dengan tegas bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah murni. Perlu diketahui juga bahwa wanita yang berinisial N yang disebut-sebut dalam pemberitaan itu adalah seorang istri sah yang bersuami. Hal ini justru menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat: mengapa seseorang yang mengaku sebagai wartawan bisa menunjukkan rasa cemburu dan emosi berlebih terhadap istri orang lain, lalu menggunakan akses penyebaran informasinya untuk menyerang kehormatan pihak lain demi kepentingan pribadi?

“Kami sekeluarga merasa sangat dirugikan. Nama baik saya ternoda, kehormatan keluarga dicoreng semata-mata karena emosi dan rekayasa satu orang. Pemberitaan yang beredar itu tidak benar, itu semua bohong yang disusun berdasarkan kemarahan sepihak,” tegas S dalam pernyataan resminya, Jumat (10/7/2026).

Atas perbuatan tersebut, S dan keluarga tidak akan tinggal diam. Mereka menuntut agar oknum yang mengaku wartawan bernama Tomi segera melaksanakan hal-hal berikut:

Menarik kembali seluruh rekaman, unggahan, dan tulisan yang memuat tuduhan tidak benar di semua platform yang telah digunakan, Menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media yang sama yang digunakan untuk menyebarkan berita bohong tersebut, Menyampaikan permohonan maaf secara tertulis kepada S dan keluarga secara pribadi.

“Kami tunggu permohonan maaf itu disampaikan dengan tulus dan tanpa tekanan. Jika dalam waktu yang wajar hal ini tidak kami dapatkan, maka kami terpaksa akan menempuh jalur hukum yang berlaku untuk mempertahankan kehormatan dan hak kami yang dilanggar,” pungkas S.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta merujuk pada klarifikasi resmi ini sebagai gambaran fakta yang sesungguhnya terjadi.(*)

error: Content is protected !!