Opini  

HAORNAS 2026: Menggerakkan Tubuh, Menggerakkan Ekonomi

Penulis : Budi

Adalah seorang jurnalis

 

Setiap 9 September, bangsa Indonesia memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS). Tahun 2026 menjadi peringatan ke-43 sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1985. Keppres yang ditandatangani Presiden Soeharto pada 7 September 1985 di Jakarta ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan bangsa.

Tahun ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”. Tema ini sejalan dengan tujuan awal HAORNAS: menggerakkan masyarakat agar lebih aktif berolahraga dalam keseharian. Namun di tengah tantangan gaya hidup modern yang cenderung sedentari, peringatan ini bukan lagi sekadar ajakan. Ini adalah seruan untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai kebutuhan pokok—sebagaimana Menpora Erick Thohir menegaskan, olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya.

Yang menarik dari HAORNAS tahun ini adalah bagaimana olahraga tidak hanya dipandang dari sisi kesehatan dan prestasi, tetapi juga sebagai sektor ekonomi yang menjanjikan. Saat ini, olahraga telah menjelma menjadi sebuah profesi yang mampu meningkatkan kesejahteraan pelakunya. Kita tidak perlu jauh-jauh mencari contoh. Di cabang bulu tangkis, ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sukses mengantongi hadiah Rp697 juta usai menjadi juara Thailand Open 2026. Di sepak bola, nilai pasar skuad Garuda terus melonjak—bek Jay Idzes misalnya, kini divaluasi mencapai 16,2 juta dolar AS atau sekitar Rp250 miliar. Sementara di voli, bintang Megawati Hangestri Pertiwi dilaporkan berpotensi meraih pendapatan hingga Rp4,8 miliar per musim di Liga Voli Korea.

Angka-angka ini membuktikan bahwa olahraga bukan lagi sekadar hobi atau kegiatan pengisi waktu luang. Olahraga adalah ekosistem ekonomi yang melibatkan atlet, pelatih, wasit, tenaga medis, pengelola pertandingan, industri perlengkapan, media, hingga pariwisata. Setiap turnamen internasional yang digelar di Indonesia membawa multiplier effect bagi UMKM, perhotelan, transportasi, dan ekonomi kreatif.

Peringatan HAORNAS ke-43 seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk melihat olahraga secara lebih utuh. Bukan hanya soal siapa yang meraih medali, tetapi juga bagaimana olahraga mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi, dan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Pemerintah, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat perlu bahu-membahu memastikan tersedianya fasilitas olahraga yang mudah, murah, aman, dan inklusif.

Mari jadikan HAORNAS 2026 sebagai titik tolak. Bukan hanya untuk tubuh yang lebih bugar, tetapi juga untuk masa depan ekonomi yang lebih sejahtera—dimulai dari langkah kecil di lapangan, hingga prestasi besar di kancah dunia. Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar. Bukan sekadar tema, tetapi gerakan nyata.

error: Content is protected !!