PRINGSEWU, Info Liputan — Proyek pembangunan gorong-gorong box culvert pada jalan provinsi yang berlokasi di Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, kini menjadi sorotan tajam masyarakat setempat. Keberadaan proyek ini dinilai mencurigakan dan disebut sebagai “proyek siluman”, terutama karena sejumlah kelalaian mendasar yang terlihat jelas di lokasi pengerjaan, Jumat (30/10/2026).
Saat awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi, ditemukan fakta bahwa papan informasi proyek yang wajib dipasang tidak terlihat sama sekali di area pekerjaan. Tanpa adanya papan informasi tersebut, masyarakat sulit mengetahui rincian penting seperti nilai anggaran, waktu pelaksanaan, maupun pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
Selain ketiadaan papan informasi, aspek keselamatan kerja juga terabaikan. Para pekerja yang berada di lokasi pengerjaan terlihat bekerja tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang layak. Hal ini tentu memicu kekhawatiran akan risiko keselamatan yang harus ditanggung para pekerja selama proses pembangunan berlangsung.
Aris Joko Sutowo, selaku Ketua Aliansi Masyarakat Pringsewu (AMP), menyampaikan dugaan serius terkait pengelolaan proyek tersebut. Menurutnya, proyek ini terkesan berjalan tanpa perencanaan yang matang dan transparan. “Proyek yang seharusnya terdiri dari 2 paket pekerjaan justru digabungkan menjadi 1 paket saja. Ini seolah-olah uang rakyat diperlakukan layaknya uang pribadi,” tegas Aris saat ditemui awak media.
Penyatuan dua paket pekerjaan menjadi satu ini dinilai sangat janggal dan berpotensi merugikan keuangan negara. Awak media pun menindaklanjuti pernyataan tersebut dengan menanyakan sumber informasi mengenai penggabungan dua paket tersebut. Aris menjelaskan bahwa informasi itu diterima langsung dari pihak yang terlibat di lapangan.
“Informasi bahwa 2 paket dijadikan 1 paket itu saya peroleh langsung dari Toni, selaku pelaksana proyek di lapangan,” ungkap Aris saat mengonfirmasi sumber informasinya. Pengakuan ini semakin memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek jalan provinsi tersebut.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera menelusuri dan mengklarifikasi berbagai kejanggalan yang ditemukan di lapangan. Awak media akan terus memantau perkembangan proyek ini dan berupaya meminta tanggapan resmi dari instansi terkait guna mendapatkan penjelasan yang akurat dan transparan bagi publik.
(Red)













