PRINGSEWU, Info Liputan — Proyek pembangunan jalan rigid beton di wilayah Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang nilainya mencapai Rp23 miliar, kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Hingga baru saja selesai dikerjakan, kondisi jalan justru sudah terlihat rusak dan retak di sejumlah titik, Jumat (30/10/2026).
Kepala Aliansi Masyarakat Pringsewu (AMP), Aris Joko Sutowo, menyampaikan keprihatinannya atas kualitas pekerjaan tersebut. “Jalan yang baru saja selesai dibangun ini kondisinya sudah retak seribu. Padahal proyeknya bernilai sangat besar, seharusnya hasilnya tahan lama dan berkualitas baik,” ungkap Aris.
Lebih lanjut, Aris menilai pelaksanaan pekerjaan jalan rigid beton tersebut terkesan dikerjakan secara asal-asalan. Hal yang paling disoroti adalah aspek pembesian yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya berlaku untuk jalan provinsi kategori K-300.
“Berdasarkan pemahaman kami, jalan rigid beton kategori K-300 seharusnya menggunakan sistem pembesian jenis dowel. Namun pada pelaksanaannya di lapangan, hal tersebut tidak dilakukan sesuai spesifikasi standar,” jelas Aris. Akibat kelalaian dalam pembesian tersebut, banyak bagian jalan yang mengalami kerusakan, patah, dan retak karena tidak mampu menahan beban lalu lintas.
Sebagai pembanding, Aris mencontohkan jalan provinsi yang berada di kawasan Pasar Sukoharjo. Jalan tersebut juga dibangun menggunakan sistem pembesian dowel dan hingga saat ini kondisinya masih terlihat baik dan kokoh, meskipun sudah digunakan selama bertahun-tahun. Perbedaan kualitas yang sangat mencolok ini semakin memicu kecurigaan masyarakat adanya kejanggalan dalam pelaksanaan proyek kali ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak yang terkait dengan pelaksanaan maupun pengawas proyek belum dapat dimintai keterangan. Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada instansi terkait, namun belum memperoleh tanggapan resmi.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan mendalam terkait kualitas proyek ini. Masyarakat juga meminta agar perbaikan segera dilakukan sesuai spesifikasi yang benar demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, mengingat nilai anggaran yang sangat besar telah dikeluarkan oleh negara. Awak media akan terus memantau perkembangan kasus ini. (Tim)













